Saturday, January 25, 2025

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMP N 3 Satap Rembang Tahun 2025

Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS SMP N 3 Satap Rembang Tahun 2025


Pada hari Sabtu (25/1), sebanyak 17 siswa pengurus OSIS SMP N 3 Satu Atap Rembang mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di D'Las Lembah Asri Serang Purbalingga.

Dengan kegiatan LDK ini diharapkan akan meningkatkan ketangguhan, kemandirian, kreativitas dan karakter lainnya yang dibutuhkan selaku pengurus OSIS SMP Negeri 3 Satap Rembang. Apalagi mereka diharapkan menjadi pionir untuk menciptakan perubahan-perubahan demi kemajuan sekolah. Seperti dikatakan oleh Reviliandres, selaku kepala sekolah, bahwa meskipun mereka berasal dari sekolah di gunung tetapi tetap relevan untuk mendapatkan pelatihan kepemimpinan dengan geografis yang serupa. Dan harapannya, akan menginspirasi mereka setelah kembali ke sekolah dengan pribadi yang berbeda.

Berbagai permainan outbond dikemas untuk memberikan kesadaran yang lebih mendalam akan pentingnya tim bukan hanya pintar atau tangguh sebagai pribadi saja. Beberapa permainan yang dikemas diantaranya dinamic glass, buldozer, magic stick, panahan dan lainnya. 

Seperti dikatakan oleh fasilitatornya, yakni tim dari D'las, bahwa para peserta tidak lagi bicara tentang kemampuan personal tetapi kelompok. Misalnya dalam permainan dinamic glass, maka setiap anggota kelompok dapat menumpuk gelas secara bergantian tetapi tidak perlu menumpuk dengan keras sehingga sulit dibuka oleh anggota lainnya atau bahkan ada gelas yang "hilang". Demikian juga dalam permainan buldozer dibutuhkan kekompakkan untuk mendapatkan bola yang lebih banyak dibanding kelompok yang lain. Dalam permainan ini, boleh jadi anggota yang di belakang ingin melaju dengan cepat, padahal jalannya buldozer ini tergantung pada pemain di depan yang ibaratnya sebagai roda depan buldozer.

Demikian setiap selesai permainan, fasilitator meminta refleksi dari para peserta LDK, yang ditanggapi dengan diskusi yang makin lama makin komunikatif dan interaktif. Dan tentunya dalam suasana yang santai, hangat, dan sekali-kali diiringi tertawa bersama entah menyadari kesalahannya maupun penyebab lain yang menunjukkan keakraban serta kekompakan mereka. 

Setelah kegiatan permainan selesai, dilanjutkan dengan isoma serta wisata di D'Las Lembah Asri Serang Purbalingga. Selesai acara, peserta LDK pulang dengan rona kegembiraan tanpa menunjukkan rasa lelah. 

Berikut dokumentasi kegiatan LDK bagi Pengurus OSIS SMP N 3 Satap Rembang









Wednesday, January 22, 2025

Pendampingan Pertama di SMP N 3 Satu Atap Rembang

Pendampingan Pertama di SMP N 3 Satu Atap Rembang 

Foto Bersama Kepala SMP N 3 Satap Rembang (Reviliandres) dan Kepala  SD N 4 Gunungwuled Rembang - Sekolah Penggerak Angkatan 3 (Kukuh Arif Prabowo) 

Pada hari senin (20/1), dilakukan pendampingan untuk pertama kalinya. Meski sebenarnya, lebih tepat sebagai kunjungan pertama atau perkenalan dengan guru dan tenaga kependidikan di SMP N 3 Satu Atap Rembang. Sebuah pertemuan pertama yang sangat mengesankan, khususnya di perjalanan antara Purbalingga - Gunung Wuled.

Setelah menempuh perjalanan 1 jam 15 menit, dengan dipandu google maps, akhirnya sampailah saya di SMP N 3 Satap Rembang. Dari Dindikbud Kabupaten Purbalingga, perjalanan diarahkan melewati Kalikajar - SMP N 1 Pengadegan - Perempatan Pasar Pahing - Museum Jendral Sudirman - SMP N 1 Rembang dan seterusnya. Dalam perjalanan tersebut juga terlewati 2 sekolah yang lain, yakni SMP Muhammadiyah 5 Purbalingga dan SMP Maarif NU Rembang Purbalingga.

Antara Purbalingga - Gunungwuled, masih banyak pepohonan yang rimbun, khususnya setelah keluar kota sejak masuk Pengadegan terus Rembang hingga akhir tujuan. Memasuki Gunungwuled, dipameri dengan pemandangan yang jauh lebih indah, dengan pepohonan yang rimbun plus ada sebuah sungai yang suara gemercik airnya begitu mengundang. Terkait dengan kondisi jalanan, jangan ditanya, pastinya belak-belok, naik turun, dengan aspal yang terkikis karena hujan.
Btw, saat sampai ke sana ada yang bilang, ntar jangan sampai turun setelah hujan. Ya, sadar juga akhirnya, jika hujan tentunya harus lebih berhati-hati.
Saya teringat juga saat ditanya naik motor apa untuk ke sana. Ya, aku bilangnya pakai motor koplingan, tentunya bersama Honda Supra GTR yang setia menemani kemanapun pergi. Memang disarankan jangan pakai matic kalau belum terbiasa,
Sekitar jam 9.15, akhirnya sampailah di SMP N 3 Satap Rembang. Yang pertama dicari tentunya kamar kecil, mengingat sepanjang perjalananan yang terasa dingin dan perut yang "antrog-antrog" karena menemukan jalan yang tidak bisa dipilih di beberapa tempat. Sehingga membuat kantung kemih yang penuh makin meronta-ronta. Secangkir kopi hitam pun akhirnya menjadi teman mengobrol.

Sebagai guru penggerak, menjadi bekal yang kuat bagi Reviliandres selaku kepala sekolah untuk bisa menginspirasi dan melakukan transformasi pendidikan. Perubahan-perubahan yang tampak bisa dilihat dari sekolah yang makin rapi, budaya salam dan sapa yang kental, sholat berjamaah, serta pembelajaran yang sangat kondusif.

Prestasi Sekolah
Juara  1  Olimpiade Sains Nasional (OSN) untuk mata pelajaran IPS tingkat kabupaten.
Finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) mata pelajaran IPS tingkat provinsi.
Lolos dalam Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) di tingkat nasional, dengan penelitian yang  berjudul "Hubungan Kandungan Tanah dengan Area Risiko Rawan Longsor sebagai Bentuk Mitigasi Bencana Longsor di Desa Gunungwuled, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga."

Prestasi lain yang tak kalah adalah dalam bidang futsal untuk berbagai even.

Harapan ke Depan
Dengan berbagai perubahan yang ada, tidak perlu untuk menyikapi secara reaktif atau "gumunan" yang berakibat lebih banyak menyalahkan situasi sehingga mengurangi kualitas layanan kepada peserta didik.

Seperti adanya trending "deep learning", maka perlu disikapi dengan sabar dan hati-hati. Terus belajar tanpa melupakan fondasi pembelajaran yang telah dibangun sebelumnya. Seperti adanya pembelajaran berdiferensiasi, pembelajaran sosial emosional, discovery/inquiry, problem based learning, project based learning bahkan 5 M dalam kurikulum sebelumnya menjadi pondasi yang kuat mewujudkan pembelajaran yang mengintegrasikan "deep learning" di dalamnya.

Seperti apa yang telah dilakukan oleh siswa SMP N 3 Satap Rembang dengan proyeknya mengenai mitigasi bencana itu merupakan bentuk pembelajaran yang "deep learning" bangets.
Bukan hanya berhenti kompetensi abad 21 yakni 4C (berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan  kreatif) tetapi bagaimana memberikan manfaat yang lebih nyata.

Dengan berbekal kompetensi dan komitmen yang kuat, saya percaya SMP N 3 Satap Rembang bisa memberikan layanan terbaik serta bisa menjadi pionir perubahan, khususnya bagi lingkungan sekitar terlebih dahulu.

Keberanian dan kepiawaian untuk sampai sekolah dengan medan yang menantang menjadi indikator awal yang dapat dilihat. 

Catatan : Satap dan satu atap merupakan istilah yang sama.