Mengakselerasi Kompetensi Guru IPA Purbalingga: Mengulas Hari Pertama Diklat AKSI IPA 2026 dan Optimalisasi AI sebagai Co-Pilot Pendidik
Mengakselerasi Kompetensi Guru IPA Purbalingga: Mengulas Hari Pertama Diklat AKSI IPA 2026 dan Optimalisasi AI sebagai Co-Pilot Pendidik
PURBALINGGA, binagtk.com – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas pembelajaran sains dan mengadaptasi perkembangan teknologi modern, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kabupaten Purbalingga resmi menggelar hari pertama Diklat Fasilitator Akselerasi Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran (AKSI) IPA 2026.
Kegiatan ini berlangsung pada hari ini, Kamis, 2 Juli 2026, bertempat di Laboratorium IPA SMP Negeri 3 Purbalingga. Agenda hari pertama ini diikuti oleh 24 guru IPA terpilih dari berbagai SMP di seluruh penjuru Kabupaten Purbalingga. Program kerja strategis ini diinisiasi langsung oleh Bidang Kurikulum dan Pengembangan SDM MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga.
Harmoni Lintas Generasi: Ketika Pengalaman Berpadu dengan Jiwa Muda
Keunikan diklat kali ini terletak pada profil pesertanya. Ke-24 fasilitator yang hadir menyajikan potret keberagaman yang sangat indah. Mereka tersebar dari berbagai penjuru sekolah—mulai dari wilayah perkotaan hingga sekolah-sekolah di area pinggiran bukit Purbalingga.
Tidak hanya itu, rentang usia peserta pun sangat bervariasi. Ruang laboratorium sains hari ini menjadi saksi meleburnya sekat antargenerasi. Para guru muda yang akrab dengan dunia digital (digital natives) tampak duduk berdampingan dan berdiskusi hangat dengan guru-guru senior sarat pengalaman yang sudah mengabdi puluhan tahun. Keberagaman usia ini tidak menjadi penghalang, melainkan justru menjadi kekuatan. Guru senior membagikan kearifan pedagogis dan manajemen kelas yang matang, sementara guru muda dengan sabar dan antusias mendampingi rekan sejawatnya dalam mengoperasikan perangkat teknologi pembelajaran baru.
Hangat dan Meriah: Ice Breaking Segar Bersama "Bu Pepy"
Sebelum memasuki materi teknis yang padat, suasana ruang diklat terlebih dahulu dicairkan oleh penampilan luar biasa dari Septiana Cahyasari, S.P., sosok pendidik kreatif yang sangat kondang di jagat maya dengan sapaan akrab Bu Pepy. Dikenal luas sebagai konten kreator edukasi yang andal, Bu Pepy memimpin sesi ice breaking yang sangat interaktif dan menyenangkan.
Dengan pembawaannya yang jenaka dan penuh energi, Bu Pepy berhasil mengusir rasa tegang dan kantuk para peserta—baik yang muda maupun yang senior. Melalui serangkaian game konsentrasi dan gerakan motorik kreatif, sesi ini tidak hanya menyatukan frekuensi berpikir para peserta, tetapi juga membakar semangat 24 guru hebat Purbalingga untuk siap menyerap seluruh materi transformasi digital sepanjang hari.
Membuka Gerbang Inovasi: AI Bukan Pengganti, Melainkan "Co-Pilot" Guru Hebat
Sesi utama yang menjadi sorotan dipaparkan oleh Arsyad Riyadi, S.Si., M.Pd., Pengawas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga sekaligus praktisi dari GenAI Labs.
Dalam diklat ini, beliau membedah materi dengan tajuk "AI sebagai Mitra Berpikir Guru dalam Menyusun Modul Ajar yang Kontekstual dan Bermakna".
Arsyad menggarisbawahi realitas di lapangan di mana banyak waktu berharga guru sains habis terserap untuk administrasi penulisan draf modul dan instrumen asesmen kualitatif. Kehadiran AI Generatif diposisikan sebagai "Co-Pilot" andal untuk memotong beban kerja tersebut agar guru kembali memiliki waktu melakukan eksperimen fisik riil bersama siswa di laboratorium sains.
"AI tidak akan pernah menggantikan peran guru sains yang hebat. Namun, guru sains yang menggunakan AI secara cerdas akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya," papar Arsyad.
Beliau membedah tiga tingkat kendali manusia atas teknologi kemitraan kognitif ini:
Human-in-the-Loop (HITL): Guru secara mikro membaca, mengoreksi, dan menyunting hasil draf baris demi baris sebelum disajikan kepada murid.
Human-on-the-Loop (HOTL): Guru bertindak sebagai supervisor makro sistem pembelajaran digital untuk memastikan keadilan asesmen.
Human-in-Command (HIC): Keputusan mutlak dipegang oleh guru demi keselamatan fisik eksperimen laboratorium.
Mendesain Alur Belajar Sains dan KKTP Terukur
Menggunakan logika Backward Design (Understanding by Design - UbD), guru diajak berpikir mundur: menetapkan Tujuan Pembelajaran (TP) esensial terlebih dahulu, merumuskan bukti belajar (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran - KKTP), baru mendesain aktivitas belajar inkuiri aktif. Pembelajaran sains di SMP didorong bergeser dari sekadar hapalan fakta (
Dalam menyusun bukti belajar yang sahih, pendidik dapat mengembangkan kriteria ketercapaian melalui empat pendekatan utama, yakni: (1) menggunakan deskripsi kriteria, (2) menggunakan rubrik, (3) menggunakan skala atau interval nilai, dan (4) menggunakan persentase. Pendekatan ini dapat dipilih secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan pendidik.
Sesi Integrasi Media Pembelajaran: Kolaborasi Ciamik ChatGPT dan Canva
Salah satu bagian yang paling mengundang antusiasme tinggi dari para peserta adalah sesi praktik media pembelajaran digital yang dibawakan oleh Ahmad Kurniawan, S.Pd. (SMP Negeri 3 Satu Atap Karangjambu). Beliau menyajikan trik baru yang sangat praktis dan revolusioner: menghubungkan ChatGPT langsung dengan Canva.
Melalui integrasi ini, para guru diajak untuk memformulasikan materi sains terstruktur (seperti tabel klasifikasi makhluk hidup atau poin-poin ekosistem) di ChatGPT. Selanjutnya, data tersebut dikoneksikan ke dalam Canva menggunakan fitur pembuat massal (bulk create). Hanya dalam hitungan detik, ratusan kartu belajar (flashcards), slide presentasi, hingga infografis sains yang estetik dan bervariasi langsung tercipta secara otomatis.
Sesi ini menjadi momen indah di mana guru-guru muda dengan sigap memandu para guru senior yang membutuhkan bantuan teknis navigasi Canva. Hasil kolaborasi mereka menghasilkan media visual yang modern, tanpa kehilangan esensi kedalaman materi sains.
"Luar biasa praktis! Dulu kami butuh waktu berhari-hari untuk membuat media visual yang bagus untuk kelas. Sekarang, dengan ChatGPT yang terkoneksi Canva, hasilnya sangat ciamik, rapi, dan bisa diselesaikan dalam hitungan menit saja," ujar salah satu peserta diklat senior dengan nada kagum.
Sesi Pendukung Pendalaman Asesmen dan Literasi
Diklat hari pertama ini juga dilengkapi dengan dua materi krusial lainnya:
Materi Asesmen Literasi & Numerasi: Dipandu oleh Darsono, S.Si. (SMP Negeri 4 Satu Atap Karangjambu), yang mengupas teknik penyusunan stimulus soal sains HOTS (Higher Order Thinking Skills) bernalar tinggi.
Materi Penulisan Buku Pendamping: Dipaparkan langsung oleh Ketua MGMP IPA SMP Kabupaten Purbalingga, Moh. Aris Khaerudin, S.Si. (SMP Negeri 3 Purbalingga), mengenai fasilitasi penyusunan draf modul cetak mandiri untuk siswa.
Menyambut Sesi Implementasi Hari Kedua
Hari pertama Diklat Fasilitator AKSI IPA 2026 ditutup dengan antusiasme yang membumbung tinggi. Esok hari (Jumat, 3 Juli 2026), kegiatan akan dilanjutkan ke sesi praktik mandiri terpadu dan diseminasi hasil penyusunan Modul Ajar yang dipandu oleh Agus Suyanti, S.Pd.
Diharapkan pasca-diklat ini, ke-24 fasilitator mampu menularkan virus inovasi digital ini ke sekolah masing-masing demi kemajuan pendidikan sains di Kabupaten Purbalingga.
Kuasai teknologi, pelihara nalar kritis, dan lahirkan generasi muda Indonesia yang literat dan berjiwa saintis! (binaGTK/red)

Leave a Comment