Ketika Tempe Menjadi Primadona: Catatan Uji Performa SMPN 1 Bukateja Tahun 2026
Ketika Tempe Menjadi Primadona: Catatan Uji Performa SMPN 1 Bukateja Tahun 2026
Bukateja, 2026 – Suasana di SMPN 1 Bukateja tampak berbeda dari biasanya. Wajah-wajah serius dan tekun siswa kelas IX, sesekali diiringi gelak tawa berpadu dengan aroma khas kedelai. Sudut-sudut sekolah diwarnai siswa yang sibuk mendokumentasikan kegiatan dengan perangkat digitalnya. Tahun ini, Uji Performa siswa kelas IX mengusung tema yang unik dan membumi: "Eksplorasi Tempe dan Kearifan Lokal."
Pelaksanaan Uji Performa Kelas IX
dilaksanakan mulai hari Jumat, 17 April 2026 dan berakhir pada Jumat, 24 April
2026 untuk 11 mata Pelajaran. Pembukaan Uji Performa dipimpin langsung oleh
Kepala Sekolah Murdiono, S.Pd.,M.Pd. Dalam sambutannya, Murdiono menyampaikan
pesan bahwa visi SMPN 1 Bukateja harus menjadi pijakan dan arah tujuan dalam
kegiatan Uji Performa. Visi SMPN 1 Bukateja adalah Takwa Berkualitas, Cerdas
Berakhlak, Terampil Berbudaya dan Berwawasan Lingkungan sebagai visi untuk
mendukung pencapaian profil lulusan. Lebih lanjut disampaikan, bahwa Uji
Performa sebagai ilmu terapan yang berkontribusi pada penguatan life skill
untuk masa depan.
Kegiatan ini bukan sekadar ujian praktik biasa, melainkan panggung integrasi antarmata pelajaran yang mengasah kreativitas, keterampilan teknis, hingga karakter religius siswa. Mari kita intip keseruan tiap Uji Performa di SMPN 1 Bukateja!
1. IPA & Informatika: Dari Laboratorium ke Layar Digital
Tempe menjadi bintang utama pada Uji Performa mata pelajaran IPA. Siswa ditantang membuat produk bioteknologi konvensional ini secara mandiri. Penilaian dilaksanakan secara menyeluruh, dimulai dari tahap perencanaan, proses sterilisasi kedelai, hingga hasil akhir (produk) dan pelaporannya.
Selama proses pembuatan tempe, aspek Informatika juga berjalan. Para siswa mendokumentasikan proses tersebut dalam bentuk video vlog berdurasi 1-3 menit. Dalam kegiatan ini algoritma kerja sangat diperhatikan, mulai dari pembuatan storyboard, proses editing, hingga etika dalam pembuatan konten digital.
2. Bahasa Indonesia & Bahasa Inggris: Literasi dalam Narasi
Masih seputar tempe, Uji Performa Bahasa Indonesia, mengasah keterampilan siswa menyusun teks eksplanasi "Cara Membuat Tempe". Struktur teks harus lengkap: dari pernyataan umum, deretan penjelas yang sistematis, hingga interpretasi penutup yang bermakna.
Sementara itu, pada Uji Performa Bahasa Inggris, kemampuan berbicara (speaking) diuji melalui teks narrative. Siswa menceritakan kembali sebuah kisah dengan fokus penilaian pada pronunciation, expression, fluency, dan accuracy.
3. IPS, Matematika & Seni Rupa: Menanamkan Jiwa Wirausaha, Numerasi, Kreativitas Pameran dengan Sinergi Antarkelas
Bagaimana tempe bisa menghasilkan uang? Pada Uji Performa mata Pelajaran IPS, siswa belajar pemasaran digital. Mereka mengolah tempe menjadi aneka kuliner kekinian, mengemasnya dengan apik, hingga melakukan presentasi bisnis.
Satu hal yang sangat menarik dan menambah kemeriahan acara adalah terciptanya ekosistem pasar di lingkungan sekolah. Produk kuliner tempe hasil kreasi kelas IX ini rupanya sangat diminati. Hasil produksi tersebut langsung ludes diborong oleh adik-adik kelas VII dan VIII. Ternyata, produk tersebut mereka jadikan sebagai salah satu bahan pendukung untuk kegiatan kokurikuler yang mereka laksanakan pada hari yang sama. Sinergi ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa di SMP N 1 Bukateja.
Tak berhenti di situ, aspek Matematika hadir secara integratif melalui pameran Seni Budaya. Siswa membuat 4 karya (poster wisata, hiasan dinding tumbuhan kering, zentangle, dan lukisan kanvas). Mereka harus melaporkan jumlah pengunjung, menghitung biaya produksi secara presisi, hingga menentukan harga jual yang kompetitif berdasarkan transaksi nyata yang terjadi.
4. Pendidikan Pancasila & Bahasa Jawa: Melestarikan Warisan Leluhur
Cinta tanah air ditunjukkan di Uji Performa Pendidikan Pancasila. Siswa membuat flipbook kreatif mengenai pelestarian tradisi dan kearifan lokal Indonesia. Kerapian, keterbacaan, dan kesesuaian isi menjadi kunci penilaian.
Di sudut lain, terdengar suara lantang siswa sedang melakukan Sesorah (pidato Bahasa Jawa). Menggunakan prinsip 4W (Wicara, Wirama, Wiraga, Wirasa), mereka berpidato tentang pentingnya tata krama, menghormati guru, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari budaya Jawa yang adiluhung.
5.PAI & PJOK: Keseimbangan Jiwa dan Raga
Aspek spiritual diperdalam melalui Pendidikan Agama Islam (PAI). Siswa diuji dalam aspek Al-Qur'an (tajwid, makhraj, dan hafalan) serta aspek Fiqh yang meliputi tata cara berwudhu dan shalat yang benar, lengkap dengan tuma'ninah dan ketertiban.
Setelah itu, ketangkasan fisik diuji di lapangan PJOK. Mulai dari kelenturan di senam lantai, kekuatan di lompat jauh dan lempar lembing, hingga kecepatan di renang gaya crawl 25 meter dan kerja sama tim dalam bola voli.
Penutup: Lebih dari Sekadar Nilai
Uji Performa SMP N 1 Bukateja Tahun 2026 ini membuktikan bahwa belajar tidak hanya terbatas pada buku teks. Dengan menjadikan "Tempe" sebagai benang merah, siswa belajar tentang sains, ekonomi, teknologi, dan budaya secara bersamaan. Keterlibatan adik-adik kelas VII dan VIII yang membeli produk kakak kelasnya menambah nilai plus dalam hal interaksi sosial dan dukungan komunitas sekolah.
Selamat kepada seluruh siswa kelas IX! Perjalanan kalian masih panjang, namun melalui kemandirian dalam membuat tempe hingga keberanian berpidato dalam bahasa ibu, kalian telah membuktikan diri sebagai generasi yang siap menyongsong masa depan dengan karakter yang kuat.
Bagaimana keseruan liputan tentang kegiatan kokurikuler adik-adik kelas VII dan VIII yang menggunakan bahan tempe tadi? Ditunggu ya pada postingan mendatang!
Dokumentasi
![]() | ||||||||||||||||||||
| Uji Performa mapel Bahasa Indonesia “Membuat Teks Eksplanasi Pembuatan Tempe Kedelai” Video selengkapnya.
|













Leave a Comment