Harmoni Inovasi dan Religi: Potret Keseruan Uji Performa SMP N 5 Mrebet 2026
Harmoni Inovasi dan Religi: Potret Keseruan Uji Performa SMP N 5 Mrebet 2026
![]() |
| Bincang-bincang Uji Performa di SMP N 5 Mrebet |
Suasana di SMP N 5 Mrebet selama sepekan terakhir terasa sangat dinamis. Seluruh siswa kelas IX tengah menempuh Uji Performa 2026, sebuah ajang unjuk bakat dan kompetensi yang menjadi muara dari proses belajar mereka selama tiga tahun. Dengan semangat kreativitas yang tinggi, para siswa membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penghafal teori, melainkan kreator yang handal.
Mari kita simak berbagai momen mengesankan dari pos-pos ujian yang ada:
1. Digitalisasi dan Literasi: Bijak Bermedia Sosial
Di pos Bahasa Indonesia, suasana mendadak formal layaknya panggung pidato. Dengan tema "Bijak Bermedia Sosial", banyak siswa yang tampil memukau secara off-print (tanpa teks) karena telah mempersiapkan diri dengan penuh percaya diri. Mereka memberikan ajakan untuk selektif memilih konten di platform seperti FB, IG, TikTok, hingga YouTube. Pesan kuatnya satu: "Hati-hati dalam berkomentar."
Kemampuan bahasa asing juga diuji di pos Bahasa Inggris melalui Descriptive Text. Siswa mendeskripsikan berbagai objek mulai dari artis China/Korea, pemain bola, kucing kesayangan, hingga modifikasi motor dengan fokus pada pronunciation dan fluency. "Sangat mengesankan, teks yang panjang tetap tersampaikan dengan apik," ujar Ibu Purwani Rahayuningsih, salah satu penguji.
2. Alunan Melodi Pop Modern Indonesia: Seni Musik
Tak kalah meriah, ruang Seni Musik dipenuhi dengan alunan suara merdu para siswa. Dalam ujian praktik kali ini, siswa ditantang menyanyikan satu buah lagu Pop Modern Indonesia pilihan mereka secara bebas.
Bukan sekadar bernyanyi, penguji memberikan penilaian ketat pada teknik bernyanyi yang baik dan benar. Aspek yang dinilai meliputi ketepatan irama, tempo, artikulasi, hingga intonasi. Menariknya, dalam format bernyanyi unisono ini, kekompakan menjadi poin kunci yang menunjukkan harmonisasi antar siswa.
3. Inovasi Matematika dan Ekonomi Digital
Matematika tidak lagi menakutkan di sini. Para siswa ditantang membuat produk bermanfaat dari bangun ruang, seperti celengan, wadah alat tulis, hingga kap lampu yang estetis namun tetap presisi secara matematis.
Hasil karya tersebut kemudian diintegrasikan dengan pos IPS. Siswa menyajikan strategi pemasaran produk mereka di era digital. Tidak hanya sekadar membuat bentuk fisik, mereka juga diminta merencanakan pemasaran hingga ke market place. Ini adalah langkah nyata membekali siswa dengan jiwa entrepreneurship masa depan.
4. Sains dan Teknologi: Dari Asam-Basa hingga Olah Data
Di laboratorium IPA, ketelitian menjadi kunci. Siswa melakukan identifikasi larutan asam, basa, dan garam. Di sisi lain, pemahaman biologi dipraktikkan melalui perkembangbiakan vegetatif menggunakan media bawang merah, jahe, hingga lidah mertua.
Sementara itu, di pos Informatika, penguasaan data diperkuat. Siswa diuji kemampuannya dalam mengoperasikan rumus-rumus esensial Excel seperti SUM, AVERAGE, MAX, MIN, dan COUNT untuk mengolah informasi secara akurat.
5. Pelestarian Budaya dan Kreativitas Tekstil
Nuansa tradisional kental terasa saat ujian Bahasa Jawa. Siswa memperagakan Sandhiwara dengan memperhatikan artikulasi dan ekspresi wajah yang mendalam. Di sisi lain, pos Prakarya memamerkan hasil kerajinan bahan tekstil. Mulai dari rancangan alat bahan hingga pengemasan produk, semuanya dilakukan secara mandiri oleh siswa.
6. Kekuatan Karakter: Pendidikan Pancasila dan Agama
Sisi religius dan nasionalisme menjadi pondasi utama. Di pos Pendidikan Pancasila, siswa menunjukkan kecintaan pada negara dengan menghafal UUD RI 1945 secara lancar dan penuh pemahaman.
Untuk Pendidikan Agama Islam (PAI), pengujian dilakukan pada dua aspek besar:
- Al-Qur'an: Kelancaran membaca dan ketepatan tajwid sesuai ayat yang ditunjukkan penguji.
- Fiqh: Praktik Thaharah (wudhu) dan Shalat Jenazah. Keserasian antara gerakan dan doa serta ketenangan (tuma'ninah) menjadi poin penilaian utama.
7. Energi Positif di Lapangan Hijau
Terakhir, pos PJOK menguji ketahanan fisik dan ketangkasan. Siswa berlaga di cabang atletik seperti lari jarak jauh, lompat jauh, dan lompat tinggi. Ketangkasan individu juga terlihat pada senam lantai seperti meroda dan guling depan/belakang.
Penutup
Uji Performa SMP N 5 Mrebet tahun ini bukan hanya tentang nilai di atas kertas, tetapi tentang bagaimana ilmu pengetahuan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari bijak bersosial media hingga kemerduan suara di panggung seni musik, siswa kelas IX telah membuktikan kualitasnya sebagai insan yang siap menghadapi tantangan zaman.
Selamat kepada seluruh siswa! Teruslah melangkah dengan semangat yang sama.
SMP N 5 Mrebet: Bertakwa, Berprestasi, Berwawasan Teknologi, Kebangsaan dan Lingkungan
Dokumentasi
![]() |
| Uji performa Pendidikan Pancasila |
![]() |
| Uji performa Bahasa Indonesia |
![]() |
| Uji performa Bahasa Inggris |
![]() |
| Uji performa Pendidikan Agama Islam |
![]() | ||||||||
Uji performa Matematika
|










Leave a Comment